Generasi Z disebut menghasilkan lebih banyak uang dibanding milenial pada usia yang sama, tetapi berita itu tidak otomatis berarti mereka hidup lebih aman. Di tengah inflasi, harga rumah yang menjauh, kontrak kerja yang rapuh, dan tekanan psikologis yang tinggi, pendapatan nominal dapat menjadi ilusi kemajuan jika tidak dibaca bersama biaya hidup dan kualitas masa depan.
The Guardian, mengacu pada analisis Resolution Foundation, melaporkan bahwa Gen Z di Inggris memiliki pendapatan lebih tinggi daripada milenial pada tahap usia yang sebanding. Data ini mematahkan stereotip sederhana bahwa generasi muda selalu tertinggal secara ekonomi. Namun angka pendapatan tidak boleh dibaca sendirian, karena kekayaan bersih, akses properti, utang, dan stabilitas kerja memberi gambaran yang jauh lebih lengkap.
Deloitte melalui survei Gen Z dan milenial 2026 menunjukkan bahwa isu biaya hidup, makna kerja, kesehatan mental, dan kecemasan terhadap masa depan tetap kuat di kalangan muda. Dengan kata lain, ada jarak antara menghasilkan lebih banyak dan merasa hidup lebih baik. Uang masuk bisa naik, tetapi rasa aman belum tentu ikut naik.
Resolution Foundation selama ini dikenal meneliti ketimpangan generasi, pasar kerja, dan standar hidup. Temuan tentang pendapatan Gen Z harus dibaca sebagai bagian dari struktur ekonomi yang berubah: lebih banyak pekerjaan digital, lebih banyak side hustle, lebih banyak fleksibilitas, tetapi juga lebih banyak ketidakpastian yang tidak selalu terlihat dalam angka gaji.
Konteksnya tidak bisa dilepaskan dari pasar kerja pascapandemi dan akselerasi ekonomi digital. Sebagian Gen Z masuk ke sektor yang membayar lebih baik, sebagian lain membangun penghasilan tambahan melalui platform, sementara biaya hidup dan harga aset bergerak dengan logika yang jauh lebih keras daripada kenaikan gaji pertama.
Ekonom tenaga kerja akan melihat kabar ini sebagai sinyal bahwa beberapa anak muda berhasil masuk ke sektor bernilai tambah tinggi. Teknologi, keuangan, data, pemasaran digital, dan ekonomi kreator memberi peluang pendapatan yang tidak tersedia dalam bentuk yang sama bagi generasi sebelumnya.
Namun peneliti sosial akan menambahkan bahwa generasi ini juga tumbuh dalam pasar perhatian yang brutal. Mereka bukan hanya bekerja untuk mendapat gaji, tetapi juga dituntut membangun personal brand, menjaga portofolio digital, belajar AI, mengelola kecemasan, dan terus membuktikan relevansi diri di ruang publik online.
Di satu sisi, kabar Gen Z berpenghasilan lebih besar layak dibaca sebagai koreksi terhadap narasi pesimistis. Banyak anak muda adaptif, cepat belajar, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas peluang ekonomi.
Di sisi lain, pendapatan yang lebih tinggi tidak berarti kebebasan yang lebih tinggi jika harga hidup naik lebih cepat. Tanpa akses rumah, jaminan kerja, dan kesehatan mental yang stabil, generasi ini bisa terlihat lebih kaya di slip gaji tetapi lebih miskin dalam rasa aman.
Bagi Petra, Gen Z adalah generasi yang dibesarkan oleh dua realitas sekaligus: janji kebebasan digital dan disiplin kapitalisme yang semakin personal. Mereka bisa menghasilkan dari mana saja, tetapi juga bisa cemas di mana saja. Mereka memiliki akses ke peluang, tetapi juga hidup dalam komparasi sosial tanpa henti.
Secara akademik, fenomena ini memperlihatkan perbedaan antara income dan wellbeing. Ekonomi modern sering terlalu cepat menyimpulkan kemajuan dari angka pendapatan, padahal manusia juga membutuhkan kepastian, relasi, waktu, kesehatan, dan makna.
Petra menilai bahwa generasi muda tidak sedang malas, tetapi sedang menanggung kontradiksi ekonomi baru. Mereka diminta produktif seperti mesin, kreatif seperti seniman, fleksibel seperti freelancer, dan stabil seperti pegawai lama. Tidak heran jika angka pendapatan bisa naik sementara kelelahan eksistensial tetap meningkat.
Kesimpulannya, berita tentang Gen Z yang menghasilkan lebih banyak tidak boleh dijadikan selebrasi dangkal. Ia harus menjadi pintu masuk untuk menilai ulang apakah ekonomi modern benar-benar memberi generasi muda kehidupan yang lebih layak, atau hanya pendapatan lebih besar untuk membayar kecemasan yang lebih mahal.
Kemenangan generasi tidak bisa diukur hanya dari uang yang masuk. Kemenangan sejati terjadi ketika pendapatan, kesehatan mental, waktu hidup, dan masa depan bergerak naik bersama. Tanpa itu, kemajuan hanya menjadi angka yang terlihat terang di laporan, tetapi gelap dalam pengalaman sehari-hari.
Quote Petra
“Gen Z tidak cukup diberi gaji lebih tinggi; mereka membutuhkan sistem hidup yang tidak mengubah seluruh masa muda menjadi kompetisi tanpa garis akhir.”
Sumber
- The Guardian – Gen Z earning more than millennials at same age: https://www.theguardian.com/money/2026/jun/22/gen-z-earning-more-millennials-same-age-resolution-foundation
- Deloitte – 2026 Gen Z and Millennial Survey: https://www.deloitte.com/global/en/issues/work/genz-millennial-survey.html
- Resolution Foundation: https://www.resolutionfoundation.org/
Berita Terkait
- Gen Z and millennial survey, Deloitte. https://www.deloitte.com/global/en/issues/work/genz-millennial-survey.html
- Resolution Foundation labour market work, Resolution Foundation. https://www.resolutionfoundation.org/
- Gen Z earning more report, The Guardian. https://www.theguardian.com/money/2026/jun/22/gen-z-earning-more-millennials-same-age-resolution-foundation




